Berhasil viral beberapa waktu yang lalu, kutipan salah satu lulusan universitas favorit nasional jadi perbincangan banyak orang. Postingan itu mungkin membuat kita bertanya-tanya, apakah iya seorang lulusan universitas favorit akan “diapresiasi” lebih di dunia professional? Melihat banyaknya sentimen negatif orang di media sosial terhadap postingan itu, mungkin jawabannya justru sebaliknya. They don’t really pay attention to what university you are from, but you yourself.

Lulus dari universitas ternama gak serta merta membuatmu memiliki nilai lebih. Mungkin satu negeri ini sepakat kalau proses seleksi masuk universitas-universitas tersebut gak gampang dan adalah suatu hal yang spesial bagaimana kamu berhasil masuk ke dalamnya. Tapi, apa yang kamu lakukan, alias “pengalaman” kamu yang akan menjadi lebih penting. Karena, dengan pengalaman-pengalaman ini kamu terbukti bisa melakukan pekerjaan yang sesungguhnya dan tahan banting di lingkungan kerja professional.

Terlepas latar belakang pendidikan kampus kamu, apa dong yang harus kamu lakukan untuk mendapatkan pengalaman-pengalaman ini?

  1. Aktif di komunitas & kegiatan lokal
    Pengalaman pertama-tama bisa kamu dapatkan dengan ampil bagian di komunitas. Mulai aja untuk jadi anggota sampai berlanjut menjadi pengurus. Komunitas-komunitas ini bisa kamu temukan di kampus atau di area tempat tinggal kamu. Mampir aja ke spot-spot yang terbuka buat umum seperti galeri, sanggar, dll. Biasanya, ada komunitas tertentu yang aktif di dalamnya.
    (Check Viva BrazilJAZZ MBEN SENEN )
     
  2. Ikuti workshop dan pelatihan-pelatihan lainnya
    Perluas wawasan dan latih keahlian dalam bidang tertentu. Selain bisa dapet ilmu, berlatih, dan ketemu teman baru, kamu bisa loh bertanya ke pembicara di workshop itu gimana cara terbaik untuk kamu bisa langsung mulai mempraktikan keahlian kamu. Sebagai ahli dibidangnya, dia pasti punya konseksi yang berguna untuk kamu. Sebagai gantinya, kamu tau tempat atau orang yang harus kamu tuju untuk mempraktikan keahlian kamu dan mendapatkan pengalaman yang kamu butuhkan.
    (Check Entrepreneurship Bootcamp: Build & Grow a Business)
     
  3. Buat sesuatu
    If you’re not interested in anything that you find, you might want to start something yourself. Kamu bisa ajak orang-orang yang sepemikiran sama kamu untuk membuatnya. Mulai dari buat klub kampanye sosial, acara seru, sampai komunitas kalian sendiri. Jika kamu berhasil melakukan ini, kamu mungkin gak hanya akan diterima dengan baik sebagai pekerja professional tapi juga sebagai entrepreneur. Banyak loh partner Eventevent yang memulai karirnya sebagai seorang Event Organizer karena iseng-iseng membuat sesuatu yang baru.
     
  4. Magang
    Di zaman sekarang, gak semua universitas mewajibkan muridnya untuk magang. Meskipun begitu, kamu boleh loh mencoba mengajukan magang secara pribadi ke bisnis yang menarik perhatian kamu. Walaupun hasilnya gak ada sangkut pautnya sama nilai kamu di sekolah dan kampus, tetapi di tempat magang ini lah kamu bisa mencicipi pengalaman kerja professional yang sesungguhnya.
     
  5. As simple as perluas pergaulan
    Gak usah gengsi deh main ke kampus sebelah. Gak usah bawa-bawa almamater kamu. Cukup ngobrol aja sama anak kampus situ. Atau, iseng-iseng aja datang ke random event atau mungkin gigs yang menampilkan musisi favorit kamu. Siapa tau dari hasil sharing kalian kalian bisa bawa pulang banyak insight atau seenggak-enggaknya temen baru. Kamu gak akan tau apa aja yang bisa dibawa orang baru di hidup kamu. Mulai dari kegiatan seru sampai tawaran kerja bareng.
    (Check GRACHETA 2019INDEPENDANCE DAYKonser Parahidup oleh Dialog Dini HariNothing Live In SurabayaBFF RUN)

Itu dia beberapa hal yang bisa kamu coba untuk mendapatkan pengalaman yang pastinya “diapresiasi” lebih di dunia kerja dibandingkan sekedar universitas tempat kamu berkuliah. Intinya, kalau kamu bisa masuk universitas-universitas bergengsi, itu bagus. Tapi, yang penting bukan itu. Melainkan gimana pengalamanmu sebelumnya menunjukan kualitas professional tahan banting.