Mother Review: Ketergantungan yang Berubah Menjadi Racun
culturamagz  culturamagz

20-11-2020

Mother Review: Ketergantungan yang Berubah Menjadi Racun

  

Membahas toxic relationship memang tidak ada habisnya. Selain yang meliputi romansa dari berbagai kalangan seperti Story of Kale, ada pula yang datang justru dari keluarga. Kehadiran hubungan beracun inilah yang menyebabkan seseorang rela melakukan hal buruk, seperti yang terjadi pada film ini.

Mother adalah film drama thriller asal Jepang yang tayang secara eksklusif di Netflix. Film arahan Tatsushi Omori ini menjadikan Masami Nagasawa sebagai headliner-nya, dengan berbasis dari kejadian nyata. Kisahnya sendiri seputar Akiko, seorang single mother yang hidup bersama anaknya, Shuhei. Akan tetapi, kebiasaannya berhubungan intim dengan banyak laki-laki dan berjudi menjadikannya terjerat berbagai masalah. Walau begitu, Akiko dan Shuhei hanya memiliki satu sama lain meski akhirnya keduanya terjerat kasus lain.

Mother Review: Ketergantungan yang Berubah Menjadi Racun

Mother akan membawa penonton menjelajahi kehidupan Akiko dan Shuhei. Ceritanya dibawa dengan sangat linear, memperlihatkan perintilan kehidupan yang dijalani oleh dua karakter utama tersebut. Cerita diitampilkan dengan sangat halus dan rapi, bahkan terkesan menyiksa batin dengan penggambarannya yang tergolong mengganggu.

Potret utama yang ingin ditampilkan dalam film ini adalah hadirnya toxic relationship dalam keluarga. Kemunculannya pun bisa melalui banyak sebab, seperti kemiskinan, terjebak dalam gaya hidup yang salah, hingga rasa saling bergantung. Semuanya ditampilkan dengan sangat mendetail dan sekaligus menjadi mental-provoking.

Masami Nagasawa yang memerankan Akiko berakting dengan sangat powerful. Pembawaan single mother yang helpless dan menyebalkan dengan hadirnya cakupan emosi beragam menjadikan karakternya believable. Shuhei tampil dalam dua iterasi, Sho Gunji untuk versi kecil dan Daiken Okudaira untuk versi remajanya. Walau berbeda pemeran, keduanya mampu menghidupkan karakter Shuhei yang sedari awal seakan terlalu bergantung dengan keyakinannya untuk menjaga ibunya meski terkadang menemui bentrok dengan idealismenya sendiri.

Di samping itu, jajaran supporting cast-nya pun juga tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Kehadiran Sadao Abe, Kaho hingga Hana Kino juga mendukung cerita sekaligus punya andil dalam pengembangan karakter dari Akiko dan Shuhei sepanjang durasi film.

 

Walau dikemas dengan jajaran cast mumpuni dan cerita yang berpotensi membuat lelah batin, Mother memiliki unsur teknis yang cukup, tidak terlalu bagus namun tidak buruk juga. Penggunaan sinematografinya yang tidak muluk-muluk di beberapa bagian mampu ditampilkan dengan apik, diiringi scoring ringan dan set design nan membumi menjadikan berbagai momennya lebih hidup. Akan tetapi, visualnya yang nampak grainy membuatnya nampak ketinggalan zaman.

Meski memiliki teknis yang tidak terlalu spesial, muatan cerita berdasarkan kisah nyata dengan didukung berbagai cast mumpuni menjadikan Mother sebagai tontonan yang belum tentu bisa dinikmati oleh semua orang. Pasalnya, muatan toxic relationship yang disturbing di dalamnya bisa sangat mental-provoking bila ditonton dalam kondisi kurang prima, walau pesannya sangat dalam.

0 Comment