Gendar Pecel, Hardcore Diksi Lokal Berpeluru Tajam
hujanmusik  hujanmusik

13-10-2020

Gendar Pecel, Hardcore Diksi Lokal Berpeluru Tajam

  

HujanMusik!, Karanganyar – Sekelumit nada tiba-tiba hinggap dalam periode putar otomatis playlist sebuah platform video. Musik keras terdengar gahar sejak pembuka, mengingatkan saya pada masa-masa hardcore menggejala dengan segenap perjuangannya. Masa-masa rebellion skena dengan nama-nama khas mencahar makna. Dalam keadaan tenang saya cukup mudah memahami lirik yang diteriakan. Tak sekeras musik yang digelontorkan, ungkapan parodi dalam lirik lokal yang saya kenal sejak sekolah dasar. Begitulah Gendar Pecel, Hardcore berpeluru tajam dalam konteks diksi lokal, asli Karanganyar.

Gendar Pecel memang sengaja dilahirkan dengan aliran hardcore berlirik eksperimental. Khususnya kemasan pesan yang mereka ubah menjadi sebuah parodi. Secara sadar, beat-beat hardcore mereka padukan dengan judul lagu yang setiap bagian liriknya bahasa Jawa. Tema sederhana yang tak jauh dari kehidupan sehari-hari. “Aku Lilo” adalah nomor paling anyar setelah sebelumnya mereka merilis “Tibo Mburi”.

 

Simak! di HujanMusik! : “Sang Penghasut, Kedua untuk Logamulia”

 

Jauh sebelum itu ada “Doktrinasi Ramutu”, “Konco Bajingan”, “Marai Ngelu”, “Konco Bajingan”, “Aku Ditinggal Rabi”, “Dalan Anyar” dan lainnya. Terus terang, diantara energi yang mereka tularkan saya harus senyum-senyum sendiri. Senyum bangga tentunya. Musik mereka cadas dengan lirik yang jenaka, dalam bahasa Jawa.

Setelah mengeluarkan single “Tibo Mburi”, segelintir pemuda daerah asal Kabupaten Karanganyar, Surakarta itu Kembali merilis “Aku Lilo”. Cara hardcore Gendar Pecel untuk menceritakan curahan hati seseorang yang rela dan ikhlas ditinggalkan kekasihnya pergi dengan pilihannya yang lain.

Seperti kisah-kisah picisan formasi panggung empat sekawan Michael (vokal), Jhon Ndolo (gitar), Redolvo (bass), dan Hernandes (drum). Mereka adalah 4 dari 10 anonim yang menyengaja tak mau disebutkan. Satu-satunya kontak person mereka hanya sosok yang bernama Yus. Komposisi buah candaan pertemanan sejak terbentuk awal tahun 2012.

Meski mengusung khasanah bahasa lokal, Gendar Pecel cukup mumpuni dengan dua album EP “Marai Ngelu (2012) dan “Dalan Anyar” (2016). Total dalam karya mereka sudah menyentuh angka 20 judul lagu.

“Aku Lilo” merupakan single untuk album ketiganya yang dibawakan dengan konsep yang sama masih di Hardcore Parodi. Bedanya mereka menambahkan isian dangdut didalamnya, agar semua bisa menikmati atau mengikhlaskan kenangan mantan. Berjoget suka ria dan karaoke bersama setelah Pandemi usai.

Single “Aku Lilo” sendiri sudah wira-wiri secara digital di akun Youtube Gendar Pecel.

Sehat selalu konco apikanku. Sehat selalu teman baikku.

0 Comment