Melirih Sepi Osvaldorio
hujanmusik  hujanmusik

13-10-2020

Melirih Sepi Osvaldorio

  

HujanMusik!, Jakarta – Menurut Robert Weiss (dalam Santrock, 2003), kesepian merupakan reaksi dari ketiadaan jenis-jenis tertentu dari suatu hubungan, ataupun situasi dimana keintiman yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada (dalam Gierveld & Havens, 2004). Dan seorang Osvaldorio menanggapi sepi dengan reaksi kreatif, dia menjadikan sepi itu inspirasi dan menumpahkannya dalam komposisi lirik berisi penyesalan diri sendiri akibat sepi dan bosan yang meraja.

Segala hal di dunia dicipta berpasangan, ada sedih dan bahagia, malam selalu menanti siang, sedih akan terus mencari bahagia, dan sepi akan terselip diantara ramai. Sepi adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Tidak akan ada keramaian jika sepi hilang. Dan sepi pasti menyapa setiap manusia. Pernah dihantam kesepian? Merasakan kualitas hidup tidak lebih baik dari orang lain? Melihat kesuksesan orang lain dari media sosial? Saya yakin pernah dan ternyata Osvaldorio merasakan hal sama hingga terciptalah lagu berjudul “Sepi”.

 

Simak! di HujanMusik! : “Denting Lirik Syauqi Tentang Cinta”

 

Berdasarkan pengalaman berteman sunyi, Osvaldorio mulai menulis lagu ini di awal tahun kurang lebih selama 3 bulan, dan pada saat yang bersamaan sebagian besar negara di belahan dunia dilanda pandemic Covid-19. Karantina mandiri menambah pengalaman kesepian Osvaldorio untuk menyempurnakan lagunya. Rupanya dia benar-benar menghayati entitas bernama sepi ini.

“Sepi” dirilis pada bulan keenam tahun 2020 lalu. Mengusung tema yang sejalan dari segi lirik dengan dua single sebelumnya yaitu kesendirian dan kesepian single ini kembali menampilkan Osvaldorio sebagai penyanyi. Sepi identik dengan bosan dan itulah salah satu esensi lirik lagu “Sepi”, kebosanan hakiki yang menghasilkan deburan sepi. Memang serba salah berada dalam kondisi seperti itu, apapun yang dilakukan rasanya selalu tidak tepat dan karena pilihan terbatas maka mau tidak mau terjadi pengulangan setiap hari. Meski lagu ini berlirik gloomy dan pesimis tapi masih terdengar sedikit jenaka akibat balutan musik pop bertempo sedang dan secuil sentuhan jazzy.

Osvaldorio yang juga seorang Disc Jockey membayangkan lagu bergenre pop dengan lirik yang ringan dan alunan easy listening ini mampu untuk dinikmati oleh orang banyak khususnya bagi yang diselimuti kesepian dan juga kurang bisa berkompetisi dengan orang lain. Namun pesan lagu ini sendiri bukan untuk membuat pendengarnya patah semangat tetapi sebagai teman dikala orang tersebut “beristirahat” sejenak untuk kembali berusaha dan maju.

Pandemi memang kerap menyiksa pikiran-pikiran aktif serta mengungkung kebebasan berekspresi tapi mungkin “Sepi” jadi teman pilihan dikala sepi dan bosan melanda. Nyalakan pemutar digital kemudian resapi “Sepi” yang mendinginkan ini.

0 Comment